Rabu, 25 Juli 2012

MICE menurut ICCA

Menurut ICCA (International Conference and Coneventions Associations).
MICE dapat didefinisikan sebagai berikut:
1. Meeting -- general term indicating the coming together of a number of people in one place, to confer or carry out a particular activity atau kedatangan sejumlah orang bersama-sama ke suatu tempat untuk membicarakan dan melaksanakan suatu kegiatan
2. Incentive -- merupakan bagian agenda meeting yang menawarkan kepada peserta meeting mengikuti perjalanan wisata dengan insentif atas prestasi yang telah mereka berikan kepada asosiasi/usaha tempat mereka bekerja.
3. Conference -- sebuah pertemuan partisipatif yang dirancang untuk suatu kegiatan diskusi, mengemukan fakta-fakta (fact-finding), pemecahan masalah (Problem Solving) dan konsultasi. Biasanya dilaksanakan dalam suatu kerangka waktu tertentu (terbatas) dengan tujuan yang spesifik.
4. Exhibition -- event-event mendisplay produk baik berupa barang maupun jasa (pelayanan).
MICE dapat diartikan sebagai kegiatan kepariwisataan yang aktifitasnya merupakan leisure dan business, biasanya melibatkan sekelompok orang secara bersama-sama.

Istilah MICE

1. Meeting
- Kedatangan secara bersamaan sekelompok orang dengan tujuan yang sama untuk menyelesaikan permasalahan.
- Meeting dapat dihadiri oleh orang dengan basis kompetensi atau asosiasi atau memiliki kepentingan yang sama, tetapi juga dari kelompok yang berbeda-beda untuk dapat saling bertukar informasi, mengembangkan relasi dan suatu ajang promosi dan sebagainya sesuai dengan kepentingan dari masing-masing peserta.
- dalam hal ini meeting menjadi sebuah terminologi yang bersifat generic (umum) untuk dapat mengindikasikan segala bentuk pertemuan.
2. Seminar
- Suatu pertemuan untuk membahas atau berdiskusi tentang suatu materi pelajaran dibawah bimbingan seseorang yang ahli (mentor) yang hasilnya kemudian dibukukan untuk di infokan kepada yang lain
3. Workshop
- Merupakan sebuah program yang sifatnya edukasional dan menuntut peran aktif peserta dalam diskusi, merupakan kelompok kecil, materi yang intensif.
4. Konferensi
- Pertemuan  yang diselenggarakan secara formal dan bersifat interchange, sehingga dalam konferensi akan terjadi sikap partisipasi dari anggota, konsultasi, dan tukar menukar gagasan dan ide.
- konferensi pada umumnya diatur dalam format small gathering yang memungkinkan kerjasama yang saling menguntungkan bagi pesertanya. oleh karena itu dalam sebuah konferensi biasanya akan tersedia meja konferensi dan meja kerja yang diperuntukkan sebagai work table bagi kelompok kerja.
5. Konvensi
- Bentuk pertemuan 2 arah yang ditujukan bagi kegiatan bisnis tertentu dan juga pertukaran sosial antar anggotanya, sehingga kegiatan kovensi tidak hanya terbatas pada kegiatan pertemuan membahas suatu kegiatan tertentu tetapi juga disertai dengan ekstensi program sosial yang diperuntukan bagi para anggota; misalnya kunjungan lapangan dalam bentuk wisata, kegiatan bagi anak, atau olah raga seperti golf tournament, pertandingan tenis dan lainnya.
6. Incentive Tour 
- Suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan untuk karyawan / mitra usaha sebagai imbalan atas prestasi mereka dalam penyelenggaraan perusahaan yang bersangkutan.
7. Press Conference
- Pertemuan yang melibatkan media massa, narasumber, tokoh, dan orang yang memiliki kompentensi tertentu dalam memberikan informasi kepada media mengenai kegiatan, produk, dan informasi lainnya dari suatu event.
8. Panel
 - Sebuah acara pertemuan yang menghadirkan para panelis (ahli di bidang tertentu) untuk mempresentasikan pandangan-pandangan mereka terhadap suatu permasalahan dibawah arahan moderator. pertanyaan yang dilontarkan maupun jawaban yang diberikan sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab moderator.
9. Trade Show
Sering kali berasosiasi dengan pameran dimana terdapat sejumlah booth untuk pameran dan para peserta memamerkan produknya kepada para pengunjung.

Selasa, 19 Juni 2012

Come to Jogja - Golek Puppet

Golek puppet its a puppet show dolls made of woods. usually the show as performed all night long by adopting 'babad menak' stories. However, there is a shortened story of two hours duration for tourist performed at Sri Mangganti room of Kraton Jogja, every Wednesday started at 09.00 a.m.

*wayang golek
merupakan pertunjukan wayang yang berbentuk manusia. Wayang Golek biasanya di pentaskan semalam suntuk dengan mengambil cerita  'babad menak'. Untuk pertunjukan, wisatawan dapat menikmati pertunjukan wayang golek dengan durasi 2 jam dengan cerita yang dipadatkan  di Sri Mangganti Kraton Jogja, setiap hari rabu pukul 09.00 WIB

Batik, the heritage of Indonesia

Batik is a cloth that is traditionally made using a manual wax-resist dyeing technique. Batik Indonesia, as the overall technique, technology, and development of motives and culture-related, has been designated by UNESCO as a Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity on October 2, 2009. 

The practice of artistic painting and fashion then permeated when people started writing and painting these patterns on white clothes using wax, which later was known as Batik.

Batik technique might have been introduced to Indonesia by India or Sri Lanka in the 6th or 7th century. The word “Batik” itself comes from “amba” – meaning “to write” in Javanese and “titik” – meaning “dot” in Indonesian. Today most people wear Batik from Java, the central island of Indonesia.

Batik Tulis is a hand-drawing, batik painting technique. One would repeat a pattern using canting (wooden pen fitted with reservoir for hot, liquid wax) to fill a pre-sized mori cloth (cotton fabric for batik painting).
The main elements of the patterns (usually animals, flowers, circles, or curves) are penciled onto fabrics before the details (like lines and dots) are added freehand by each artisan

As a result, no two batik tulis patterns are identical. This technique was traditionally practiced as a form of meditation by the female courtiers of Kraton, or Javanese court, in Central Java. It takes a great deal of expertise, patience, concentration, and deep feeling to produce the finest Batik Tulis, and it may take days, weeks and even months to make a single piece of fabric
by Veronica Junaidi