Selasa, 25 Oktober 2011

infrastruktur kota

Banyak hal yang dapat dibahas mengenai infrastruktur kota, terlebih untuk tempat-tempat wisata.
infrastruktur sendiri menurut pengertiannya secara fisik dan sosial adalah
1. Sebagai dasar fisik pengorganisasian sistim struktur yang diperlukan
2. Supaya ekonomi dapat berjalan dengan baik
3. Dukungan jaringan struktur seperti fasilitas antara lain jalan, kereta api, bandara, pelabuhan, telekomunikasi, pengolahan limbah dan masih banyak lagi yang lain. selain itu dapat mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, pendistribusian produksi barang dan jasa sebagai contoh bahwa jalan dapat melancarkan transportasi pengiriman sehingga sampai ketangan konsumen.
4. Istilah ini juga dapat diartikan sebagai bangunan permanen dan instalasi yang diperlukan untuk mendukung pengoperasiannya.

Untuk pengembangan infrastruktur sendiri harus ada kesadaran dari masyarakat.

Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya dukungan dari pihak-pihak terkait.

Kepuasan Pelanggan berdasarkan persepsi konsumen, yaitu: Tangibles, Reliability, Responsiveness, assurance, dan Emphaty

Menciptakan kepuasan pelanggan, menurut pendapat Parasuraman, Zeithmol dan Berry dalam Ferrinadewi (2005) dalam penelitiannya mengenai kualitas jasa mengidentifikasi 5 dimensi kualitas jasa berdasarkan persepsi konsumen, yaitu: Tangibles, Reliability, Responsiveness, assurance, dan Emphaty. 

a. Tangible
Berupa penampilan fasilitas fisik, peralatan dan berbagai materi komunikasi (Alma, 1992: p. 231), misalnya; gedung dan kebersihan yang baik serta penataan ruangan yang rapi.

b. Reliability 
Kemampuan karyawan dan pengusaha untuk memberikan jasa sesuai dengan yang dijanjikan, terpercaya, terakurat dan konsisten.

c. Responsiveness 
Kemauan dari karyawan dan pengusaha untuk membantu pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat dan bermakna serta kesediaan mendengar dan mengatasi keluhan yang diajukan konsumen, misalnya; penyediaan sarana yang sesuai untuk menjamin terjadinya proses yang tepat.

d. Assurance
Kemampuan karyawan untuk menimbulkan keyakinan dan kepercayaan terhadap janji yang telah dikemukakan kepada konsumen, misalnya; memberikan janji-janji didalam promosi. 
Dalam hal ini mencakup 4, yaitu: 
1) Competence 
Mengukur seberapa tinggi tingkat kepuasan konsumen atas keterampilan dan keahlian yang dimiliki penyedia jasa. 
2) Courtesy 
Mengukur kepuasan konsumen terhadap sikap sopan santun dan keramahan penyedia jasa. 
3) Credibility 
Mengukur kepuasan konsumen terhadap kejujuran perusahaan, apakah perusahaan dapat dipercaya atau tidak. 
4) Security 
Mengukur kepuasan konsumen terhadap rasa aman baik yang meliputi secara fisik, finansial dan rahasia yang dapat dijamin perusahaan. 

e. Emphaty 
Kesediaan karyawan dan pengelola untuk lebih peduli memberikan perhatian secara pribadi kepada langganan, misalnya karyawan atau pengelola harus mencoba menempatkan diri sebagai pelanggan. Jika pelanggan mengeluh maka harus dicari solusi untuk mencapai persetujuan yang harmonis dengan menunjukkan rasa peduli yang tulus.